Berita

Restoran Rindu Alam Puncak Pass Tutup, Restoran Sejuta Kenangan

Assalamu’alaikum lur, ada berita menyedihkan dari kawasan puncak pass Bogor. Restoran legenda dan bisa dikatakan ikoniknya puncak Bogor akhirnya resmi di tutup setelah kurang lebih 40 tahun menjadi langganan wisatawan yang berkunjung ke kawasan puncak tampaknya hanya tinggal kenangan.

Berdiri sejak tahun 1980 oleh Pangdam Siliwangi kala itu, Letnan Jenderal TNI Ibrahim Adji. Kini Pemerintah Provinsi Jawa barat memutuskan untuk menutupnya karena berdiri di atas lahan milik Provinsi Jawa Barat sehingga akhirnya resmi ditutup tepatnya sejak tanggal 18 februari 2020.

Berjuta kenangan dari perjalanan Restoran Rindu Alam yang berdiri diatas ketinggian 1.443 meter di atas permukaan laut (Mdpl) itu.

Tak hanya warga biasa yang mampir ke Restoran Rindu Alam, namun dari mulai artis, pejabat hingga Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dikabarkan pernah mampir untuk mencicipi makanan di restoran tersebut.

Tak heran, jika Restoran Rindu Alam seolah menjadi salah satu icon di kawasan puncak. Bahkan, karyawannya ada yang sampai sudah memiliki cucu dan masih bekerja di restoran tersebut.

” Karena sudah selesai sesuai perjanjian, kita tutup dulu. Kalau nanti permohonan (perpanjangan) disetujui, bisa beroperasi lagi,” kata Kepala Seksi Aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Yayat Sutarya, Selasa, 25 Februari kemarin, dikutip dari Merdeka.com.

Rencananya Bakal Dijadikan Kawasan Hijau
Menurut Yayat, ada permintaan dari Bupati Bogor, untuk mengembalikan lahan bekas Restoran Rindu Alam, sebagai kawasan hijau (konservasi). Nantinya, keputusan akhir ada di tangan Gubernur Ridwan Kamil.

” Ada dua peminta di atas lahan ini. Ada permintaan dari bupati sebagai pemilik wilayah untuk dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hijau,” kata Yayat.

Ia mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, meminta maaf kepada masyarakat sekitar. Khususnya yang terlibat atau menggantungkan hidup di Restoran Rindu Alam.

” Kami mohon maaf bahwa kawasan ini, sementara ditutup dulu hingga ada putusan dari pimpinan (gubernur),” katanya.

Menunggu Keputusan
Yayat juga tidak bisa memastikan apakah bangunan restoran akan dibongkar atau tidak. ” Karena kewenangan ada di pimpinan. Bisa jadi objek wisata, mungkin diubah dulu konsepnya. Kita tunggu keputusan pimpinan,” katanya.

Restoran Rndu Alam
Restoran Rndu Alam © Merdeka.com

Sementara Adam Adji, putra dari Ibrahim Adji mengaku tidak mempermasalahkan penutupan ini. Adam hanya menyayangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memproses permohonan sewa kembali.

” Kami minta maaf atas ketidaknyamanan, karena ini lahan milik Pemprov Jabar. Maka kami kembalikan lagi. Ada 80 pegawai di rumah makan ini dan kemungkinan harus menganggur,” kata dia.

Show More

Related Articles

Check Also

Close
Close